Monday, May 16, 2011

Asynchronous Counter (Counter Asinkron)


Link untuk mendownload..

http://www.4shared.com/file/dXRuXxOZ/ISI_MAKALAH.html

SIFAT TERMAL DAN DIELEKTRIK BAHAN


Link ini untuk mendownload.. :D


http://www.4shared.com/file/T15iEI1E/Sifat_Termal__Dielektrik_Bahan.html

Friday, March 4, 2011

efek fotolistrik-de broglie-bohr

Efek Fotolistrik



Peristiwa terlepasnya elektron dari permukaan suatu zat (logam), bila permukaan logam tersebut disinari cahaya (foton) yang memiliki energi lebih besar dari energi ambang (fungsi kerja) logam. Efek fotolistrik ini ditemukan oleh Albert Einstein, yang menganggap bahwa cahaya (foton) yang mengenai logam bersifat sebagai partikel.
Tidak ada elektron yang dilepaskan oleh radiasi yang berada di bawah frekuensi ambang, karena elektron tidak mendapatkan energi yang cukup untuk mengatasi ikatan atom. Elektron yang dipancarkan biasanya disebut fotoelektron.
Energi kinetik foto elektron yang terlepas:

Ek = h f - h fo

Ketika potensial perintang V ditambah, lebih sedikit elektron yang mencapai katoda dan arusnya menurun. Ketika V sama atau melebihi suatu harga Vo yang besarnya dalam orde beberapa volt, tidak ada elektron yang mencapai katoda dan arus terhenti. Arus nol atau tidak ada arus berarti tidak ada lagi elektron yang lepas dari permukaan logam akibat efek fotolistrik. Nilai tegangan yang menyebabkan elektron berhenti terlepas dari permukaan logam pada efek fotolistrik disebut tegangan atau potensial penghenti (stopping potential). Jika V0 adalah potensial penghenti, maka Ekm = eV0

Ek maks = e Vo
Ket : h f = energi foton yang menyinari logam
h fo = Fo frekuensi ambang = fungsi kerja
= energi minimum untuk melepas elektron
e = muatan elektron = 1.6 x 10-19C
Vo = potensial penghenti

Ada beberapa aplikasi dari efek fotolistrik: Photomultiplier, Photosensor motion detector, Kontrol lampu lalu lintas, Pintu otomatis,LED,dll

link untuk mendownload EFEK FOTOLISTRIK selengkapnya:

http://www.4shared.com/file/9HwhqcvB/EFEK_FOTOLISTRIK.html

Gelombang De Broglie

De Broglie menyatakan bahwa partikel-partikel seperti electron, proton dan netron mempunyai sifet dualisme, yakni gelombang dan partikel. Ide tersebut dinyatakn sebagai berikut:
Suatu partikel yang bergerak dengan momentum p dikendalikan oleh suatu
gelombang yang panjang gelombangnya l memenuhi hubungan:
λ=h/p

Gelombang yang mengendalikan gerakan dari partikel-partikel [ p=hl ] disebut gelombang De Broglie. Dalam kehidupan sehari-hari postulat De Broglie tidak banyak perannya karena menyangkut ukuran-ukuran yang sangat kecil.

Atom Bohr

Model ini menggambarkan atom sebagai sebuah inti kecil bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bergerak dalam orbit sirkular mengelilingi inti — mirip sistem tata surya, tetapi peran gaya gravitasi digantikan oleh gaya elektrostatik
Untuk mengatasi hal ini dan kesulitan-kesulitan lainnya dalam menjelaskan gerak elektron di dalam atom, Niels Bohr mengusulkan, pada 1913, apa yang sekarang disebut model atom Bohr. Dua gagasan kunci adalah:

1. Elektron-elektron bergerak di dalam orbit-orbit dan memiliki momenta yang terkuantisasi, dan dengan demikian energi yang terkuantisasi. Ini berarti tidak setiap orbit, melainkan hanya beberapa orbit spesifik yang dimungkinkan ada yang berada pada jarak yang spesifik dari inti.



2. Elektron-elektron tidak akan kehilangan energi secara perlahan-lahan sebagaimana mereka bergerak di dalam orbit, melainkan akan tetap stabil di dalam sebuah orbit yang tidak meluruh. Elektron dapat berpindah ke lintasan yang lebih rendah jika melepaskan energi dan pindah ke lintasan lebih tinggi jika mendapat energi.


Dari postulat Bohr yang pertama akan didapat:
r n = n2 .r1
r1: r2 : r3 = 12:22:32


En = Energi elektron pada jari-jari rn . Karena nilai E negatif, maka En>E1. Karena energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari kulit pertama ke tak hingga ( energi ionisasi) = 13,6 eV. Maka energi untuk membebaskan sebuah elektron dari kulit ke n adalah:

Walaupun model atom Bohr sudah merupakan penyempurnaan dari atom Rutherford tapi masih mempunyai kelemahan, beberapa di antaranya :
- Lintasan elektron yang sebenarnya masih mempunyai sub orbital, jadi tidak sesederhana teori Bohr
- Teori Bohr tidak dapat menjelaskan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, seperti pengaruh medan magnet terhadap atom dan spektrum atom berelektron banyak.